Home Info Umum Afiliasi dalam Konteks Marketing, Pasar Modal, dan Psikologi

Afiliasi dalam Konteks Marketing, Pasar Modal, dan Psikologi

by

Mungkin sebagian orang sudah mengenal apa itu afiliasi dan dunia bisnis atau marketing. Dalam banyak hal kata afiliasi juga dapat digunakan misalnya dalam istilah pasar modal, psikologi dan organisasi. Mereka memakai kata yang sama”afiliasi”, tetapi memiliki makna yang berbeda. Walaupun penggunaan kata tersebut tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Karena banyak orang yang tidak memahami apa arti dari kata afiliasi banyak orang yang salah mengartikannya. Ketidakakuratan tersebut dapat menimbulkan persepsi yang salah sehingga menimbulkan kerancuan dalam kegiatan yang didominasi oleh program afiliasi. Dan agar dapat mengartikan arti kata tersebut simak penjelasannya berikut ini.

Afiliasi dalam Konteks Marketing, Pasar Modal, Psikologi, dan Organisasi

Apa itu afiliasi?

Secara general, afiliasi merupakan bentuk perhubungan, kerjasama, atau pertalian di antara dua pihak yang sedang berafiliasi yang didalamnya terdiri atas satu pihak menjadi anggota dari pihak lainnya. Dalam kesepakatan tersebut kedua pihak menjalin kerjasama dengan aturan tertentu yang sudah disepakati guna mencapai sebuah tujuan yang sama.

Di dalam kegiatan afiliasi ada salah satu pihak yang memiliki hirarki lebih tinggi dibandingkan dari pihak lainnya. Namun, setiap pihak tetap memiliki kebebasan untuk bergerak secara bebas meski harus ada keterikatan.

Namun, kembali lagi pada maknanya secara umum, istilah afiliasi pasti mengacu pada hubungan erat antara sebuah pihak, baik individu, bisnis, organisasi, maupun perusahaan, dengan pihak lainnya. Agar lebih memahami arti dari kata afiliasi silahkan simak ulasan dari konteks marketing, pasar modal, psikologi, dan organisasi.

Afiliasi dalam konteks marketing

Dalam konteks pemasaran atau marketing, afiliasi bisa didefinisikan sebagai sebuah sistem kerjasama antara pemilik produk dengan dengan affiliate marketers (seller). Dari sistem tersebut biasanya pemilik produk akan memberikan komisi yang sudah disepakati kepada pihak pemasar ketika berhasil mendapatkan penjualan.

Istilah kasarnya dapat diartikan seperti kegiatan calo atau makelar, dimana calo akan mendapatkan bayaran ketika ia berhasil menjual sebuah produk. Kegiatan afiliasi dapat dilakukan secara offline atau online, karena sifatnya sangat flexible.

Baik dari satu pihak ke pihak lainnya afiliasi tetap sama-sama menguntungkan. Bagi pemilik produk atau perusahaan tidak perlu repot-repot mencari tenaga marketing, dan untuk pihak affiliate akan mendapatkan komisi dari penjualan.

Dalam kebanyakan kasus afiliasi yang tersedia di internet cara kerjanya dengan menawarkan produk orang lain kemudian menjual produk tersebut pada lintas media yang dimiliki oleh pihak afiliator seperti website. Untuk bisa menjadi affiliate marketers, seseorang harus mendaftar terlebih dahulu di situs yang dikelola oleh affiliate merchant. Setelah itu, pemilik situs akan memberikan link khusus kepada pihak pemasar yang bisa digunakan untuk promosi di situs yang dikelolanya atau media sosial.

Saat terjadi proses pembelian melalui link khusus yang dipasang pihak pemasar tersebut, pemilik produk akan memberikan komisi dengan jumlah yang sudah disepakati sebelumnya.

Afiliasi dalam konteks pasar modal

Dalam konteks pasar modal, afiliasi diartikan sebagai hubungan beberapa pihak dalam sebuah pasar modal, contohnya hubungan antara pemilik saham dan pihak perusahaan, dan hubungan perusahaan dengan seluruh pihak yang terkait dengan perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, afiliasi pasar modal juga dapat berlaku pada dua perusahaan dengan pihak pengendali yang sama, dua perusahaan dalam dewan komisaris maupun direksi yang sama. Afiliasi pasar modal juga berlaku pada hubungan komisaris direktur dengan pegawai maupun pihak lain yang mempunyai hubungan keluarga, baik perkawinan maupun keturunan secara horizontal dan vertikal.

Afiliasi dalam konteks psikologi

Dalam konteks psikologi, yang dimaksud dengan afiliasi adalah kebutuhan manusia akan membentuk sebuah hubungan atau kerjasama dengan orang lain, baik untuk mendapatkan afeksi, kesetiaan, ataupun memenuhi kebutuhan untuk diterima serta diakui.

Secara, tanpa kita sadari setiap orang akan berafiliasi dari orang satu ke yang lainnya. Hubungan afiliasi inilah yang dapat diartikan dalam konteks psikologi. Ini didasari dari manusia makhluk sosial yang saling memerlukan satu sama lainnya.

Jadi, dalam konteks psikologi, istilah afiliasi dapat diartikan sebagai sebuah interaksi, bersosialisasi, pertemanan, komunikasi, serta kerjasama dengan orang lain selayaknya bersahabat.

Leave a Comment